Catatan Bidan

Perjalanan, impian dan harapan yang lebih baik

Senandung Hujan


Mendungpun menggantung
dan langit menangis
membasahi bumi yang semakin parah
tangis manusia tak lagi punya makna
karena nurani tlah mati rasa
ketika bencana datang
menghapus setiap harapan yang tertinggal
salah siapakah
ketika sawah berubah jadi hutan beton
dan hutan menjadi pemukiman
manusia hanya mengeluh dan pasrah
ketika alam tak lagi bersahabat
ketika bencana datang berganti
barangkali sudah saatnya bagi kita
memandang jauh ke dalam diri
mencaei noda yang ada

2 comments on “Senandung Hujan

  1. Widi Adiana
    20 Maret 2010

    wow… selain seorang perawat ternyata ibu kita yang satu ini seorang pujangga juga toh…???

    Salam kenal ya bu…

    • AL
      20 Maret 2010

      Cuma menuangkan isi hati aja, thanks ya……….

Komentar ditutup.

Information

This entry was posted on 20 Maret 2010 by in curhatku.
Photobucket
%d blogger menyukai ini: