Catatan Bidan

Perjalanan, impian dan harapan yang lebih baik

IMUNISASI TT


Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang luar biasa dan sangat ditunggu oleh pasangan suami istri. Untuk mendapatkan bayi yang sehat diperlukan upaya pencegahan-pencegahan yang bertujuan agar bayi yang dilahirkan tidak terkena suatu penyakit salah satu diantaranya adalah imunisasi TT yang bertujuan untuk mencegah penyakit tetanus neonatorum

Penyakit tetanus neonatorum adalah suatu penyakit pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh masuknya bakteri clostridium tetani ke dalam tubuh, biasanya kuman masuk melalui luka tali pusat karena pemotongan yang tidak steril atau perawatan tali pusat yang tidak memenuhi standar kesehatan misalnya ditaburi abu dapur atau atau ramuan tertentu.

Tanda-tanda Tetanus neonatorum adalah

  • Bayi tiba-tiba tidak bias menyusu
  • Mulut mencucu seperti mulut ikan
  • Mudah sekali dan sering kejang terutama jika disentuh, terkena sinar atau mendengar suara
  • Wajah mungkin kebiruan
  • Kadang ada demam

Tanda-tanda teyanus neonatorum ini timbul antara hari ke 3-14 post partum tetapi kadang lebih lambat. Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya tetanus neonatorum adalah

  • Pemotongan tali pusat bayi dengan menggunakan alat yang tidak bersih
  • Luka tali pusat kotor  atau tidak bersih karena diberi ramuan
  • Ibu tidak mendapat imunisasi lengkap sehingga bayi yang dikandung tidak kebal terhadap penyakit tetanus neonatorum

Sebagian besar bayi yang terkena penyakit tetanus neonatorum meninggak dalam beberapa hari, untuk itu diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Upaya untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus neonatorum

  • Pertolongan persalinan dengan teknik Asuhan Persalinan Normal
  • Mengurangi persalinan oleh dukun tidak terlatih atau melakukan pendampingan persalinan
  • Perawatan tali pusat yang bersih
  • Memberikan kekebalan bayi baru lahir dengan memberikan kekebalan dengan imunisasi DPT, DT dan TT pada anak sekolah dan imunisasi TT pada wanita usia subur

Cara perawatan tali pusat

  • Cuci tangan sebelum membersihkan tali pusat
  • Tali pusat dibersihkan setiap pagi dengan air bersih
  • Luka tidak dibubuhi ramuan atau obat obatan
  • Luka ditutup kassa kering

Yang dilakukan bila bila terkena tetanus

  • Membawa bayi baru lahir secepatnya ke puskesmas atau rumah sakit  secepatnya karena semakin cepat mendapat pertolongan bayi akan kemungkinan akan dapat ditolong
  • Segera melaporkan kejadian tetanus neonatorum ke puskesmas terdekat

Imunisasi TT diberikan kepada calon ibu sebanyak dua kali dengan tujuan untuk memberikan kekebalan pada ibu dan bayinya dari penyakit tetanus. Imunisai TT diberikan secara booster untuk mendapatkan kekebalan yang sempurna. Imunisasi TT 1 hanya memberikan kekebalan selama satu bulan sehingga bayi belum kebal terhadap tetanus .

Jadwal pemberian imunisasi

  • Pada ibu hamil
  • TT I : Segera setelah ada tanda kehamilan
  • TT II: satu bulan setelah TT 1
  • TT I : Pada saat pendaftaran nikah
  • TT II: satu bulan setelah TT 1
  • Pada calon pengantin

Jadwal Imunisasi TT long life

No TT Interval Lama perlindungan
1 I Suntikan pertama 4 minggu
2 II 4 minggu setelah suntikan  pertama 6 bulan
3

III 6 bulan setelah suntikan kedua 1 tahun
4 IV 1 tahun dari suntikan ke -3 5 tanun
5 V 1 tahun dari suntikan ke -4 25 tahun

Dimana ibu bias mendapatkan imunisasi TT

  • Posyandu
  • PKD
  • Puskesmas
  • Rumah sakit
  • Dokter atau bidan praktek swasta

Anjuran untuk ibu hamil

  • Bila ibu belum mendapat imunisasi TT anjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya dan mendapat imunisasi TT sebanyak 2x atau sesuai jadwal TT long life sebelum usia kehamilan 8 bulan
  • Minum tablet Fe minimal 90 tablet
  • Periksa kehamilan minimal 4X
  • 1x pada trimester pertama sebelum kehamilan 4 bulan
  • 1x pada trimester ke-2
  • 2x pada trimwester ke-3

 

Information

This entry was posted on 7 Januari 2011 by in Uncategorized and tagged , , , , , .
Photobucket
%d blogger menyukai ini: