Catatan Bidan

Perjalanan, impian dan harapan yang lebih baik

PERIODE BAYI BARU LAHIR


Periode Bayi Baru Lahir  dibagi 3 periode yaitu

  1. Periode I / periode reskulnes (30 menit pertama setelah bayi lahir):

Pada periode ini bayi terjaga dengan mata terbuka. Membuka respon stimulus, menghisap dengan semangat dan menangis. Percepatan pernafasan sampai 32 kali, denyut jantung 180 kali /menit. Bising usus aktif.

  1. Periode II / periode efektivitas yang berlangsung 2-5 jam.

Dalam periode relaktivitas bayi bangun dari tidur yang nyenyak. Denyut jantung dan kecepatan pernafasan meningkat. Bayi mungkin mengeluarkan mekoneum dan urine, periode itu berkurang ketika lendir pernafasan berkurang.

  1. Periode III / periode stabilitas (12-24 jam setelah lahir)

Pada periode ini bayi lebih mudah untuk tidur, terbangun. Tanda vital stabil, kulit kemerahan dan hangat.

1)      Periode Sistem respirasi

Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 detik sesudah lahir. Hail ini timbul sebagai akibat dari aktivitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya.Rangsangan lain yang merangsang O2, rangsangan hipoxemia, sentuhan dan perubahan suhu dalam rahim. Semua itu menyebabkan rangsangan pusat pernafasan yang lain. Tekanan rongga dada bayi pada waktu melalui jalan lahir per vaginam menyebabkan paru-paru berkembang, sehingga rongga dada kembali kebentuk semula (WiknjoSastro, 1999:254). Menurut Hamilton (1995:210) bahwa saat lahir, O2 dari plasenta terputus. Terbentuk CO2 pada darah bayi secara tiba-tiba bayi terpapar dalam lingkungan yang mengejutkan. Sebagai respon, bayi berusaha untuk bernafas pertama kali mengisis paru-paru dengan udara dan dibantu dengan menangis saat ekspirasi.

2)      Perubahan Sistem Pembuluh darah

Setelah lahir darah dari BBL harus melewati paru-paru untuk mengambil O2 dan mengadakan sirkulasi melalui tubuh dengan mengantarkan O2 ke jaringan untuk membuat sirkulasi yang lebih baik guna mendukung pernafassan luar rahim. Harus terjadi 2 perubahan besar yaitu penutupan foramen ovale pada atrium jantung dan penutupan duktus arteriosus antara paru-paru dan aorta. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh darah mengubah tekanan dengan cara mengurangi/menaikkan resistensinya sehingga mengubah aliran darah. Sebagian besar kematian dini BBL  berkaitan dengan O2 (asfixia).Ada2 peristiwa yang mengubah tekanan dalam sistem peredaran darah. Peristiwa yang pertama yaitu pada saat tali pusat dipotong. Resistensi pembuluh darah sistemik meningkat dan tekanan atrium kanan turun. Tekanan atrium kanan turun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan. hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan. Kejadian ini membantu darah dengan kandungan O2 sedikit mengalir ke paru-paru untuk menjalani proses oksigenasi ulang. Peristiwa kedua yaitu pernafasan yang pertama menurunkan resistensi pembuluh darah paru dan meningkatkan tekanan darah atrium kanan. O2 pada pernafasan ini menimbulkan relaksasi dan membukanya sistem pembuluh darah paru menurunkan O2 paru. Peningkatan sirkulasi ke paru-paru meningkatkan volume darah dan tekanan pada atrium kanan. Dengan peningkatan tekanan pada atrium kanan ini (penurunan tekanan pada atiurm kiri, foramen ovale secara fungsional akan menurun).(Pusdiknakes, 2003:99).

3)      Sistem Pengaturan Suhu

BBL belum dapat mengatur suhu tubuh mereka sehingga akan mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan, tetapi dapat menciptakan suhu tubuhnya dengan mengurangi konsumsi energi. (Pusdiknakes, 2003:79). Saat bayi lahir, ia akan berada di tempat yang suhunya lebih rendah dari dalam rahim. Dan setelah lahir dalam keadaan basah/dibiarkan dalan suhu kamar 25º C, maka bayi akan kehilangan panas memalui evaporasi,konveksi, konduksi dan radiasi sebanyak 200 kal/Kg BB/menit. Sedangkan proses pembentukan energi yang dapat diproduksi hanya 1/10 dari jumlah kehilangan panas diatas dalam waktu bersamaan. Hal ini menyebabkan penurunan suhu tubuh secara sebesar 2 % dalam waktu 15 menit. Kehilangan panas dapat diatasi dengan mengatur suhu lingkungan (mengeringkan, membungkus, inkubator, dibawah lampu). (Wiknjosastro, 2003:253).

4)      Metabolisme

Kadar gula darah tali pusat 65/100 ml akan menurun menjadi 50/100 ml dalam waktu 2 jam sesudah lahir. Energi tambahan yang diperlukan neonatus pada jam pertama sesudah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula dalam darah dapat mencapai 120/100 ml. Bila karena suatu hal perubahan glukosa menjadi glikogen meningkat atau adanya gangguan pada metabolisme asam lemak yang tidak dapat memenuhi kebutuhan neonatus, maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia. (Wiknjosastro, 2003:253).

5)      Perubahan darah

BBL mempunyai nilai haemoglobin 14 – 20 gr/dl. Haemoglobin mendominasi periode janin. Haemoglobin secara bertahap menghilang selama bulan-bulan pertama.

6)      Sistem pencernaan

Pada saat lahir kapasitas lambung bayi 30 – 60 ml dan meningkat dengan cepat. Pertama bayi BAB berwarna hitam kehijauan, tidak berbau substansi yang kental disebut mekoneum. Segera setelah bayi mendapat susu, faeces mulai menjadi faeces trasdisional lalu diikuti dengan faeces yang khas. Normal defaekasi terjadi dalam 24 jam pertama setelah lahir. (Hamilton, 1995:223).

7)      Sistem perkemihan

Pada saat lahir, fungsi ginjal sebanding dengan 30-50 % dari kapasitas dewasa dan belum matur untuk memekatkan urine. Namun dsemikian urine terkumpul dalam kandung kemih. Bayi biasanya berkemih dalam 24 jam pertama pasca lahir. (Hamilton, 1995:221).

8)      Sistem kekebalan tubuh

Pada BBL belum matang sehingga menyebabkan bayi rentan terhadap beberapa infeksi dan alergi. Sistem imunitas yang matang akan memberikan kekebalan alami maupun yang didapat, yang terdiri dari struktur pertahanan tubuh yang mencegah/meminimalkan infeksi dan membunuh mikroorghanisme asing. Akan tetapi sel-sel darah belum matang sehingga belum mampu melokalisir dan memerangi infeksi secara efisien. Sementara kekebalan didapat akan mencul kemudian. BBL yang lahir dengan kekebalan pasif mengandung banyak virus dalam tubuh ibunya.

9)      Sistem neuro muskuler.

Pada saat lahir otot bayi lembut dan lentur. Otot-otot tersebut terus memiliki kemampuan untuk berkonstraksi ketika dirangsang, tetapi kurang mampu untuk mengontrolnya. Reflek pelindung yang terdapat pada bayi meliputi reflek neuro tonus leher, mengenggam, mata berkedip-kedip, menangis. Reflek moro terjadi apabila ada rangsangan mendadak yang menyebabkan lengan terangkat keatas, kebawah dan relaksasi yang lambat. Tonus leher merupakan respon penting postural kepala, lengan, tungkai mengarah ke satu sisi relaksasi dengan lembut. Bayi mengenggam setiap benda yang diletakkan kedalam tangannya cukup kuat sehingga menyebabkan tubuhnya terangkat, kelopak mata akan menutup dan membuka ketika dirangsang oleh cahaya atau sentuhan. Bayi akan menangis apabila mendaka dingin, lapar atau udara masuk melalui pita suara. Bayi mempunyai reflek makan yang terdiri dari menghisap rooting, menelan. Ketika menghisap, bayi akan monyong, lidah melipat kedalam/menghisap disebabkan lapar. Sentuhan pada pipi/bibir akan menyebabkan kepala menoleh kearah sentuhan ,dan menyebabkan rooting reflek. Pada saat menelan, otot-otot tengkorak menutupi tracheus, oesoephagus ketika makanan berada dalam mulut. (Hamilton, 1995:223-225).

Tanda – tanda yang harus diwaspadai pada BBL:

a)      Pernafasan sulit/lebih dari 60 kali/menit.

b)      Suhu terlalu panas (38° C / terlalu dingi < 36° C)

c)      Kulit berwarna kuning terutama 24 jam pertama, biru atau pucat.

d)      Pemberian makanan, hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.

e)      Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan berbau busuk, sulit bernafas.

f)        Tidak berkemih/defekasi dalam waktu 24 jam, tinja lembek, hitam/berdarah.

g)      Menggigil, tidak menangis, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu mengantuk, tegang, tidak tenang, menangis terus-menerus. (Saefudin, 2002:26)

10)  Hubungan ikatan batin (Bonding attachment)

Setelah menunggu selama 9 bulan dan setelah proses persalinan, ibu akan sangat senang dan bahagia bila bisa dekat dengan bayinya. Ibu dapat membelai bayinya, mendengar tangisannya, mencium dan memperhatikan bayinya. Hubungan dua makhluk ini sangat penting untuk saling mengenal terutama pada hari-hari pertama setelah persalinan. Bayi akan menambah kehangatan tubuh ibu. Kelembutan dan kasih sayang ini akan menambah keinginan ibu untuk bangun dari tempat tidur menggendong dan merawat sendiri atau mempercepat mobilisasi sehingga ibu akan cepat pulih. (Wiknjosastro, 2002:226)

Photobucket
%d blogger menyukai ini: