Catatan Bidan

Perjalanan, impian dan harapan yang lebih baik

Upaya Mencegah HIV/AIDS dalam Keluarga


Upaya mencegah HIV/AIDS dalam keluarga

by Alia Hani

Pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS dalam keluarga sangat diperlukan agar anggota keluarga tidak tertular. Menurut Depkes (2003) untuk mencegah paparan HIV&AIDS dalam keluarga adalah :

1)      Keluarga perlu memahami bahwa setiap cairan tubuh (darah, muntahan, air kencing, faeces, ludah) dari penderita, dapat menularkan penyakit melalui kulit yang terluka atau selaput mukosa. Gunakan sarung tangan karet apabila pekerjaan yang dilakukan mengandung resiko, misalnya kontak antara kulit yang tergores dengan cairan tubuh penderita (memandikan, membantu buang air besar atau kecil, merawat sonde lambung, trakeostomi, kolostomi, kateter).

2)      Cara membersihkan alat yang terkena cairan tubuh

a)       Memakai sarung tangan atau alat pelindung.

b)      Alat yang terkontaminasi direndam dengan klorin 0,5 % selama 10 menit kemudian dibilas dengan air bersih yang mengalir.

3)      Cara memcuci pakaian atau alat tenun

a)       Menggunakan sarung tangan atau alat pelindung.

b)      Rendam dengan larutan klorin 0,5 % selama 10 menit dan bilas, kemudian rendam deterjen selama 30 menit lalu cuci seperti biasa.

4)      Cara memcuci alat makan/minum : dicuci seperti biasa.

5)      Penatalaksanaan sampah

a)       Gunakan tempat sampah yang tahan pecah, tahan tusukan, dilapisi kantong plastic dan tertutup.

b)      Sampah yang terkontaminasi cairan tubuh : tissue, kassa, pembalut, silet cukur, pembalut wanita harus dibakar.

c)       Sampah yang tidak terkomtaminasi dapat dibuang bersama sampah rumah tangga lainnya.

6)      Penatalaksanaan alat yang tajam :

a)       Wadah tahan pecah, tahan tusukan, dialasi plastik tertutup dan diberi plastik.

b)      Jauhkan dari anak-anak.

c)       Setelah penuh, rendam dengan larutan klorin 0,5 % selama 10 menit dan bilas kemudian dibawa pada tempat yang lebih besar.

7)      Penatalaksanaan cairan tubuh:

a)       Faeces, air kencing, darah, sputum, muntahan langsung dibuang di toilet dan beri klorin 0,5 % dan disiram.

b)      Bila cairan tubuh tertumpah, serap dengan kertas yang mudah menyerap (kertas dibuang pada tempat sampah tercemar) kemudian disiram dengan larutan klorin 0,5 % baru dilap (lap diletakkan pada tempat linen tercemar).

c)       Memakai alat pelindung.

8)      Penatalaksanaan limbah :

a)       Dialirkan seperti limbah rumah tangga biasa hanya dijaga agar aliran lancar.

b)      Apabila ada cairan tubuh, didekontaminasi terlebih dahulu dengan larutan klorin 0,5 % sebelum dialirkan.

c)       Memakai alat pelindung.

9)      Penatalaksanaan jenazah di rumah :

a)       Mencuci tangan dengan sabun.

b)      Pakai sarung tangan.

c)       Sebaiknya memakai masker dan baju pelindung.

d)      Bila ada luka di tubuh harus diplester dahulu dengan plester kedap air/lakban.

e)       Setiap luka yang telah diplester dengan plester kedap air tidak boleh dibuka kembali.

f)       Setiap lubang tubuh harus ditutup kassa/kapas.

g)      Anus dan kemaluan ditutup kassa dan plester kedap air.

h)      Memandikan jenazah sebagaimana mestinya.

i)        Keringkan jenazah dan bungkus dengan kain kafan atau sesuai dengan agama/kepercayaannya.

j)        Cuci sarung tangan, lalu buka sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Information

This entry was posted on 11 Oktober 2011 by in Uncategorized and tagged , , .
Photobucket
%d blogger menyukai ini: